BEM FIKOM UNISBA 2014 Proudly present:



Yuuu kawan-kawan ikutan jadi panitia Fikom Festival 2014, nambah pengalaman dan teman loh.
Fikom Festival ini adalah program terakhir yang rutin dilakukan oleh BEM Fikom Unisba setiap periodenya dalam mewadahi kreatifitas seni mahasiswa fikom unisba.

Info dan CP ada di poster yaa :)
Alhamdulilaah
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah dan karunianya BEM Fikom Unisba telah selesai dengan baik dan sukses menyelesaikan Pra Event Fikom Festival 2014 yang merupakan salah satu rangkaian menuju Event Fikom Festival 2014,dan tidak lupa kami ucapkan terimakasih pula kepada kawan-kawan fikom dan teman-teman semua yang sudah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Berikut adalah sedikit suasana yang bisa kita lihat:

Ini adalah setting Aula Utama unisba yang dibuat menarik.



Pukul 09.00 peserta seminar telah mulai banyak berdatangan menyaksikan serangkaian acara yang akan ditampilkan.

Serangkaian puncakpun akhirnya ditampilkan dengan penampilan Allison Victoria "Stand Up Comedy" sebagai pembicara yang ditunggu-tunggu.


Kami juga tidak lupa mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Lingkung Seni Budaya Sunda "LSBS" atas penampilan pembukanya yang meriah.

Sponsor acara kami yaitu Indosat, Honda, Mosmaze, Watch Our Words, Tales Ngacay, Mie Reman, Bloods dan Cerva. Serta media partner kita Suara Mahasiswa Unisba dan School Of Joy.

Jangan lupa saksikan teaser Event Fikom Festival 2014 buka link ini : https://m.youtube.com/watch?v=hfPFQ210fF0
Dan follw our official twitter: @fikom14fest
And Instagram: @fikomfest14


BEM Fikom Unisba Proudly present

PRA-EVENT FIKOM FESTIVAL 2014

Yoo kawan-kawan fikom jangan lupa dateng dan berpartisipasi yaaa. Acara yang diusung adalah Urban Culture Communication, jadi pasti penasaran deeeh selain itu juga guest star yang seru dan menambah pengetahuan baru buat kita :).


Awal mula sejarah hari pahlawan.

Yuks kawan kita menambah ilmu kita dengan membaca bagaimana sejarah hari pahlawan 10 november .


Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

 

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya

Hotel Oranye di Surabaya tahun 1911.

 

Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.

 

 

 

 

Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato, Residen Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.

Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.

 

Nah, setelah membaca kisa diatas, betapa pengorbanan para pahlawan kita itu sungguh luar biasa bukan? nah, ayo kita bangun negara Indonesia.

 


sumber : http://id.wikipedia.org


Kawan-kawan fikom pasti membutuhkan notes untuk menulis hal-hal penting agar mudah diingat, tetapi membutuhkan hal yang unik, seperti buku catatan selain buku sering kita biasa bawa seperti "binder". Buku catatab yang dibuat unik agar kita tertarik untuk membacanya atau sekedar membuka dan membawanya kemanapun. Nah, ada tips nih yang mudah dan murah membuat notes sendiri :


Membuat notes atau buku catatan sendiri adalah hal yang mudah. Asalkan mengenali dasar-dasarnya. Jika sudah mengenali hal itu maka notes pun akan terjilid dengan rapi.

Ada beberapa teknik untuk membuat notes atau menjilid buku. Sebelum melakukan teknik yang rumit, ada baiknya jika melatih tangan dengan membuat notes yang sederhana.

Tarlen Handayani, seorang Book Binder dari Toko Buku Kecil memberikan beberapa tips untuk membuat teknik binding yang sederhana. Biasanya dia memberikan tips ini kepada para pemula di workshopnya.

Mempersiapkan alat-alat dasar

Ada beberapa alat penting yang diperlukan untuk membuat notes dan menjilid buku. Alat itu yakni pembolong kertas, benang, serta jarum. Untuk jarum, sebaiknya menggunakan jarum dengan lubang benang yang besar. Karena benang yang digunakan bukan benang tipis, tetapi benang tebal seperti benang katun.

Mempersiapkan Kertas

Untuk membuat notes, membutuhkan kertas. Hampir semua benda yang berbentuk lembaran bisa dijahit dan dijilid. Tetapi untuk notes-notes buatannya, Tarlen biasa menggunakan kertas art  berukuran A5.

Sampul

Kertas sampul ini bisa dipilih sesuai dengan selera. Bisa polos, bisa juga bergambar. Tetapi,  ukuran untuk sampul sebaiknya disesuaikan dengan kertas isi.

Melipat Kertas

Jika sudah mendapatkan kertas yang diinginkan untuk sampul dan isi, lipat menjadi dua kertas tersebut sampai garis lipatan terlihat. Garis lipatan merupakan penanda untuk langkah menjilid berikutnya.

Melubangi

Untuk menjilid, kita membutuhkan minimal tiga lubang pada kertas. Lubangi kertas, tepat di garis lipatan dengan menggunakan pembolong kertas. Jangan lupa, sesuaikan jarak antar lubangnya. Sebaiknya, proses ini dilakukan di atas meja karena cukup berbahaya.

Menjahit

Setelah mendapatkan lubang yang diinginkan, proses selanjutnya adalah menjahit. Siapkan benang dengan panjang dua kali tinggi notes atau buku. Sebaiknya gunakan benang tebal seperti benang sulam.

Kemudian masukkan benang pada ketiga lubang ada dengan menggunakan jarum sulam. Usahakan, benang terakhir muncul pada lubang bagian tengah. Kencangkang, kemudian ikat benang dengan tali mati.

Rapikan

Jika kertas-kertas sudah terjahit. Notes pun jadi, tetapi untuk mendapatkan hasil akhir yang memuaskan rapikan pinggir notes dengan cutter.

Sabar

Karena proses membuat notes dan menjilid buku membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari mengukur kertas, melipat, memotong, memasukkan benang ke dalam lubang, menjahit, dan merapikan, maka kesabaran sangat dibutuhkan. Jika melakukannya dengan terburu-buru hasilnya pun tidak akan memuaskan.


Kabarkampus.com

statistics

Badan Eksekutif Mahasiswa Fikom Unisba. Powered by Blogger.

Subscribe

Recent

Comment

Popular

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *